Tiga Sosok Yang Bersinar Sebagai Pemain, Namun Gagal Jadi Pelatih
Berita Terbaru

Tiga Sosok Yang Bersinar Sebagai Pemain, Namun Gagal Jadi Pelatih

Legenda-legenda sepakbola bertambah cukup signifikan selama beberapa waktu belekangan. Banyak sekali pemain sepakbola yang meraih kesuksesan sebagai pelatih mulai dari Johan Cruyff, Kenny Dalgish, Pep Guardiola, dan Zinedine Zidane. reviews agen bola

Sayang sekali karir pemain sepakbola mentereng tak selalu jadi jaminan jika karir pelatih mereka bakal berjalan mulus. Inilah alasan kenapa banyak tokoh ikonik justru mengalami kegagalan sebagai pealtih sepakbola.

Apakah itu di tingkat klub sampai intenasional, di bawah ini adalah beberapa sosok yang bersinar ketika menjadi pemain sepakbola namun gagal ketika menjadi pelatih.

– Thierry Henry

Thierry Henry sendiri merajut kesuksesan bersama Arsenal dan dia adalah anggota dari sejarah The Gunners ketika menjuarai trofi Premier League Inggris musim 2003-2004 tanpa kalah sekalipun. Cuma selang beberapa waktu pasca memutuskan untuk pensiun, Henry didapuk sebagai manaher tim muda Arsenal. Setelah itu dia memutuskan untuk jadi asisten manajer Roberto Martinez untuk Belgia dalam gelaran Piala Dunia 2018.

Selanjutnya Henry pertama kali melatih adalah saat memimpin AS Monaco tahun 2018. Sayang sekali hanya bertahan tiga bulan dia langsung dipecat karena hasil negatif yang dibuat Monaco. Dari 12 kali bertanding dia cuma bisa mempersembahkan dua kemenangan saja. Lalu klub MLS Montreal Impact coba memberikan Henry kesempatan. Lagi-lagi dia gagal membayar kepercayaan tersebut, dipecat karena cuma menang empat kali dari 20 kali bertanding.

– Paul Scholes

Paul Scholes merupakan salah satu legenda hidup yang dimiliki oleh Manchester United. Usai menyumbangkan 25 gelar juara untuk Setan Merah, tentu ada ekspetasi dia akan mencapai kesuksesan sebagai pelatih. Scholes ditunjuk sebagai arsitek Oldham Athletic pada 11 Februari 2019. Sangat disayangkan Scholes gaal karena cuma sekali menang di tujuh laga.

Setelah itu dia memutuskan untuk mundur usai 31 hari dengan alasan pemilik klub terlalu ikut campur dalam internal tim. Walau pernah menjadi mantan asisten di MU tugas itu tak membuahkan hasil.

– Edgar Davids

Legenda sepakbola lain yang juga melempem sebagai pelatih ialah Edgar Davids. Padahal Davids adalah sosok yang tidak tergantikan di tim yang pernah dia perkuat seperti Inter Milan, Barcelona, Ajax, dan Juventus.

Namun kiprah Davids sebagai manajer jauh dari harapan. Setelah menjadi manajer di Barnet dan Telstar, dia dangkat sebagai pelatih kepala oleh klub Portugal Olhanense pada Januari tahun ini. Akan tetapi dari 19 kali bertanding dia cuma meraih delapan kemenangan serta kehilangan promosi ke papan atas dengan selisih satu angka, pihak klub memutuskan untuk mengakhiri kerja sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *